Bisnis tanaman hidroponik merupakan salah satu peluang usaha yang menjanjikan dan menjadi tren beberapa tahun terakhir ini.
Pasalnya, kini banyak masyarakat yang menggalakkan pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan hijau.
Oleh karena itu, tidak heran jika bisnis ini sangat populer dan banyak kalangan pengusaha menggelutinya.
Seiring berkurangnya lahan pertanian, banyak masyarakat mulai beralih mengubah cara bercocok tanam mereka ke sistem hidroponik.
Tidak ada yang menyangka bahwa budidaya tanaman hidroponik juga bisa menjadi ladang cuan jika mampu mengelolanya dengan baik.
Apa itu Hidroponik
Hidroponik atau dikenal sebagai soilless culture adalah metode bercocok tanam dengan memanfaatkan air atau substrat lain yang kaya nutrisi, tanpa menggunakan tanah sebagai media tanamnya.
Dengan memenuhi kebutuhan nutrisi (unsur hara), setiap tanaman dapat tumbuh dengan baik walaupun tanpa menggunakan media tanah.
Selain nutrisi, unsur yang tak kalah penting lainnya adalah, kebutuhan oksigen, air dan sinar matahari.
Media Tanam Hidroponik
Sejauh ini, terdapat beberapa media tanam yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan.
Mengutip buku “Dasar-dasar Bertanam Secara Hidroponik”, berikut beberapa media tanam hidroponik.
Arang sekam
Media tanam yang umum dan banyak digunakan saat ini adalah arang sekam.
Tanaman yang cocok dengan media arang sekam yaitu timun, tomat, dan paprika.
Media tanam ini juga memiliki kelebihan antara lain, harga murah, bobot sangat ringan, memiliki pH netral dan porositas tinggi, serta steril dari bakteri dan jamur parogen.
Meski memiliki beberapa kelebihan, ternyata media tanam ini juga memiliki kekurangan.
Untuk penerapan hidroponik dalam skala besar, media tanam ini juga kurang praktis.
Selain itu, penggunaannya hanya maksimal dua kali. Jadi, walaupun harganya murah, tapi masa pakainya tidak bisa lama.
Cocopeat
Cocopeat adalah media tanam berbahan dasar sabut kelapa yang kemudian mengalami proses pengolahan menjadi serbuk.
Bentuknya mirip dengan serbuk kayu hasil gergaji namun teksturnya lebih lembut.
Cocopeat sering digunakan dalam sistem hidroponik karena daya serap airnya yang tinggi dan pH yang stabil (5 hingga 6,8).
Media tanam ini umumnya menggabungkan arang sekam dengan perbandingan 50 : 50.
Pencampuran tersebut bertujuan untuk meningkatkan kadar oksigen, sehingga memengaruhi tingkat aerasi dan pertumbuhan akar.
Batang Pakis
Media tanam batang pakis umumnya memiliki dua jenis, yaitu pakis hitam dan pakis coklat.
Namun, yang lebih sering digunakan sebagai media tanam adalah batang pakis berwarna hitam.
Batang pakis hitam berasal dari tanaman pakis yang sudah tua dan kering.
Batang pakis ini, biasanya tersedia dalam bentuk potongan kecil, cacahan, maupun pipih persegi.
Beberapa kelebihan media tanam ini antara lain, mudah mengikat air, aerasi dan drainase yang baik, serta tekstur yang lunak sehingga memudahkan penetrasi akar.
Media tanam batang pakis biasanya juga menggabungkan arang sekam atau cocopeat untuk meningkatkan daya serap air.
Rockwool
Rockwool adalah media tanam yang bentuknya seperti busa spons namun lebih tebal dan memiliki daya serap air yang lebih bagus.
Media tanam rockwool memiliki beberapa kelebihan seperti berikut.
- Bisa menahan air dan udara untuk pertumbuhan akar dan penyerapan nutrisi.
- Terbuat dari serat alami yang berguna untuk menjaga batang dan akar tetap tegak dan stabil.
- Ramah lingkungan.
- Terbebas dari patogen penyebab penyakit tanaman.
- Bisa menampung air 14 kali dari kapasitas tampung tanah.
- Mengurangi penggunaan disinfektan.
- Mengoptimalkan penggunaan pupuk.
Sementara, media tanam rockwool juga memiliki beberapa kekurangan, antara lain:
- Mempunyai masa jenis ringan.
- Bisa terbang terbawa angin.
- Memiliki pH yang relatif tinggi untuk beberapa jenis tanaman, sehingga membutuhkan perlakuan khusus.
Selain untuk media tanam, rockwool biasanya digunakan untuk bahan semprotan kebakaran, insulasi termal dan peredam suara.
Sedangkan dalam budidaya tanaman, rockwool biasanya juga digunakan untuk menyemai benih.
Kapas
Kapas adalah media tanam yang sederhana dengan daya serap air tinggi dan biasanya digunakan dalam penyemaian benih sebelum pindah tanam.
Dalam sistem hidroponik, kapas juga dapat memberikan nutrisi yang sangat tinggi bagi tanaman.
Spons
Media tanam selanjutnya adalah spons yang biasanya digunakan untuk menyemai tanaman.
Beberapa kelebihan media tanam spons sebagai berikut.
- Memiliki kemampuan mengalirkan air nutrisi ke akar karena pori-porinya besar.
- Dapat memindahkannya dengan mudah karena sangat ringan.
- Mampu menyerap dan menyimpan air dalam jumlah yang banyak.
- Terhindar dari patogen penyebab penyakit tanaman. Ekonomis.
- Tidak perlu pemberat karena bobot spons akan bertambah setelah tersiram air.
Meskipun demikian, spons juga memiliki kekurangan, antara lain:
- Kondisinya mudah hancur sehingga harus melakukan pengecekan secara rutin. Jika sudah tidak layak, maka harus segera menggantinya dengan spons baru.
- Kurang efisien karena lebih cocok untuk tanaman hias bunga potong yang penggunaannya sementara.
Kerikil
Umumnya, banyak yang menggunakan media tanam kerikil untuk tanaman hias di dalam ruangan. Bahkan kerap dicat warna-warni agar tampilannya menarik dan cantik.
Kerikil memiliki banyak pori yang membantu mengedarkan unsur hara dan udara untuk tanaman.
Pori-pori tersebut juga membantu akar tanaman bisa tumbuh dengan baik.
Namun, kendala media tanam kerikil adalah sulit mengikat air. Oleh karena itu, dalam menggunakannya perlu menyiram tanaman secara rutin.
Saat ini, kerikil sintetis banyak tersedia dan bisa digunakan untuk media tanam. Kerikil sintesis memiliki kelebihan bisa mengikat air dengan baik.
Selain itu, media ini juga dapat mempertahankan kelembapan dan sirkulasi udara.
Cara Kerja Sistem Hidroponik
Banyak orang yang bertanya, bagaimana cara kerja sistem hidroponik? Mengapa tanaman bisa tumbuh dengan subur dan cepat tanpa menggunakan tanah sebagai media tanamnya?
Berikut cara kerja sistem hidroponik di dalam dunia pertanian.
Media Tanam Alternatif
Sistem hidroponik menggunakan larutan air yang mengandung unsur nutrisi khusus dengan proporsi seimbang sebagai media tanamnya.
Media tanam alternatif ini dapat membantu pertumbuhan tanaman secara mumpuni tanpa unsur nutrisi yang biasanya terdapat pada tanah.
Sistem Irigasi
Pada sistem hidroponik, nutrisi tanaman dilarutkan dalam air kemudian langsung disalurkan ke akar tanaman dengan menggunakan sistem irigasi.
Berbeda dengan sistem pertanian konvensional, di mana akar mencari nutrisi sendiri dari tanah sebagai media tanamnya.
Nutrisi yang Dikendalikan
Berbeda dengan media tanah, larutan air yang digunakan dalam sistem hidroponik telah disesuaikan sehingga memiliki komposisi kandungan nutrisi yang sempurna.
Kandungan nutrisi tersebut terdiri dari unsur-unsur penting seperti nitrogen, fosfor, kalium, kalsium, dan magnesium, serta unsur mikro seperti besi, tembaga, dan seng.
Campuran nutrisi tersebut juga harus menyesuaikan dengan jenis tanaman beserta tahap pertumbuhannya.
Kontrol Lingkungan
Kontrol lingkungan adalah salah satu faktor kunci keberhasilan dalam sistem hidroponik.
Seperti suhu, kelembaban udara, pH larutan nutrisi, dan intensitas pencahayaan merupakan parameter yang perlu perlakuan khusus dalam membantu pertumbuhannya.
Pemantauan dan Perawatan Rutin
Dalam hal ini, petani perlu mengganti larutan nutrisi secara rutin, menjaga pH pada kisaran yang sesuai, pemeriksaan terhadap hama dan penyakit, serta memastikan tanaman mendapat cahaya yang cukup.
Optimasi Pertumbuhan
Sistem hidroponik dapat membantu pertumbuhan tanaman lebih optimal daripada metode lainnya.
Tentunya dengan perawatan yang tepat, sistem hidroponik juga mampu menghasilkan panen yang lebih besar dan cepat.
Tips Memulai Bisnis Tanaman Hidroponik
Dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan produk pertanian yang lebih efisien dan berkelanjutan, memulai bisnis hidroponik adalah langkah yang cerdas.
Hidroponik juga memiliki potensi besar untuk menghasilkan tanaman berkualitas tinggi dengan pengelolaan sumber daya yang tepat.
Apakah Anda mulai tertarik bisnis ini? Simak cara memulai bisnis tanaman hidroponik berikut.
Tentukan Jenis Tanamannya
Hal pertama yang perlu Anda lakukan untuk memulai bisnis tanaman hidroponik adalah menentukan jenis tanamannya.
Anda bisa menyesuaikan dengan luas lahan yang Anda miliki, kebutuhan pasar dan peluang bisnisnya.
Pemilihan jenis tanaman yang berbeda, tentu akan memengaruhi proses perawatan dan pemeliharaannya.
Selain itu, kebutuhan nutrisi dan pupuk pada masing-masing jenis tanaman pun berbeda.
Pada umumnya, tanaman yang dibudidayakan adalah sayuran hijau seperti sawi, tomat, timun, selada air, paprika dan masih banyak lagi yang lainnya.
Selain itu, budidaya tanaman hidroponik tidak hanya mencakup pada sayuran saja, tetapi juga bisa buah-buahan, tanaman herba, hingga bunga sekalipun.
Siapkan Modal dan Rencana Bisnis
Tentu saja, pada titik ini Anda harus menyiapkan anggaran untuk biaya-biaya yang diperlukan dan membuat perencanaan bisnis yang matang.
Sebagai catatan, besar kecilnya suatu anggaran atau modal usaha tergantung dari skala bisnis yang Anda bangun.
Contoh, seperti pembuatan rumah kaca yang berpotensi meningkatnya suatu anggaran.
Walaupun sebenarnya, pembuatan rumah kaca dalam bisnis ini bersifat fleksibel/opsional.
Sedangkan anggaran kebutuhan pokok seperti pembelian bibit, pipa, media tanam, pupuk, dan perlengkapan lainnya akan menyesuaikan dengan luas lahan yang Anda miliki.
Adapun perencanaan bisnis yang harus Anda kelola adalah ketika tanaman menuai hasil panen.
Kemana Anda akan berencana menjualnya? Apakah akan memasarkannya ke semua platform media online?
Bekerjasama dengan berbagai rumah makan, restoran, atau supermarket?
Atau menjualnya sendiri dengan menyewa ruko atau kios? Apapun pilihannya, pastikan semua telah terencana dengan baik.
Siapkan Lahan
Meski tidak membutuhkan banyak lahan, namun bisnis tanaman hidroponik tetap membutuhkan lahan.
Anda dapat memanfaatkan lahan kosong yang ada di rumah atau menyewanya untuk tempat khusus budidaya tanaman ini.
Namun yang perlu Anda ketahui, menyewa properti tentu akan menambah jumlah pengeluaran biaya Anda.
Perdalam Ilmu Pertanian
Memperluas pengetahuan di bidang pertanian merupakan poin penting sebelum memulai bisnis ini.
Sekalipun bercocok tanam adalah hobi Anda, namun semua akan sia-sia jika tidak memiliki pengetahuan tentang tanaman hidroponik.
Ada banyak literatur yang dapat Anda baca untuk menambah pengetahuan dan wawasan, atau bisa juga bertanya langsung kepada petani hidroponik lainnya.
Cari Bibit Terbaik
Bibit yang berkualitas adalah salah satu faktor kunci keberhasilan dalam budidaya tanaman hidroponik.
Tanpa bibit yang berkualitas, kecil kemungkinannya Anda akan mendapatkan hasil panen yang berkualitas pula.
Oleh karena itu, pilihlah supplier bibit terbaik dan berkualitas untuk menjadi pemasok bisnis Anda.
Promosi
Tujuan promosi adalah membangun kepercayaan dan membuat target pelanggan selalu mengingat serta mengetahui keberadaan lokasi usaha Anda.
Kembangkan bisnis Anda dengan menggunakan semua platform media, baik online maupun offline.







